Cara Cek Ongkir Berdasarkan Berat Asli Maupun Volumetrik Barang

Cara Cek Ongkir Berdasarkan Berat Asli Maupun Volumetrik Barang – Gagal Sarjana

BuletinJakarta.comJasa pengiriman barang kini semakin banyak bermunculan. Hal ini berkaitan erat dengan pergeseran perilaku pasar dimana orang lebih suka melakukan transaksi jual beli secara online. Anda perlu cek ongkir terlebih dahulu sebelum mengirimkan barang agar dapat mengetahui estimasi biayanya.

Bagi Anda yang masih pemula dalam hal pengiriman barang, sebaiknya mengetahui bahwa ada dua jenis perhitungan ongkos kirim barang. Hal yang mempengaruhi perbedaan cara penghitungan biaya kirim yaitu berat asli dan volume barang yang akan dikirim. 

Cara Menghitung Ongkos Kirim Berdasarkan Berat Asli Maupun Volume

Apabila Anda mengira dengan menimbang barang yang akan dikirim, maka dapat mengetahui dasar penghitungan ongkir, maka ini tidak sepenuhnya tepat. Ekspedisi memberlakukan dua cara penghitungan biaya kirim, yaitu berdasarkan berat riil paket dan berat secara volume.

  • Cara Menghitung Ongkos Kirim Berdasar Berat Asli

Menghitung ongkos kirim berdasarkan berat asli adalah hal yang sangat mudah. Mengapa? Karena Anda cukup menimbang dan mengalikan hasilnya dengan tarif ke tempat tujuan. Penghitungan ini biasanya berlaku untuk barang-barang yang memiliki volume kecil namun berat.

Sebagai contoh, Anda akan mengirim barang dari Semarang ke Jakarta dengan menggunakan ekspedisi Sentral Cargo via udara. Barang yang Anda kirimkan ukurannya kecil, dan setelah ditimbang memiliki berat 2 kilogram. Dengan demikian, ongkos kirim yang perlu dibayarkan adalah 2 kg x Rp 20.500, totalnya 41 ribu rupiah.

  • Cara Menghitung Ongkos Kirim Berdasarkan Volume Barang

Pihak ekspedisi biasanya akan menggunakan perhitungan yang menghasilkan biaya kirim lebih tinggi terhadap suatu barang. Hal ini biasanya berlaku untuk barang-barang yang tidak terlalu berat namun memiliki volume atau kubikasi yang besar sehingga memerlukan ruang lebih besar.

Contoh mudah adalah apabila Anda akan mengirimkan helm. Berdasarkan berat asli, barang tersebut mungkin tidak sampai 2 kilogram. Namun karena memerlukan lapisan dalam untuk menjaga keamanannya, maka kardusnya menjadi besar. Kardus inilah yang dihitung volumenya dan menjadi dasar perhitungan ongkos kirim. 

Misalnya saja kardus helm tersebut memiliki ukuran panjang x lebar x tinggi sebesar 38 x 29 x 28 cm, maka volume helm tersebut adalah sebesar 30.856 m3. Angka inilah yang menjadi dasar untuk menghitung biaya kirim volumetrik.

Berat Volumetrik untuk Pengiriman Via Udara

Dasar penghitungan ongkos kirim volumetrik pada ekspedisi Sentral Cargo dibedakan apakah menggunakan jalur udara atau jalur darat. Pengiriman cepat lewat jalur udara menjamin barang yang Anda kirimkan akan segera sampai ke tujuan. Saat ini sudah banyak maskapai penerbangan yang bekerjasama dengan ekspedisi barang untuk melakukan pengiriman via udara. 

Apabila menggunakan jalur udara, maka penghitungan berat volumetrik dengan menggunakan contoh pengiriman helm tersebut di atas, adalah sebagai berikut:

Berat volumetrik = (38 x 29 x 28) / 6000 = 5,14 kg

Pembulatan berat volumetrik akan berbeda-beda pada tiap ekspedisi. Jadi, biaya kirim yang harus Anda bayar untuk pengiriman helm adalah 5 kg dikalikan dengan tarif per kilo ke tempat tujuan. Biaya kirimnya menjadi lebih tinggi karena dasar perhitungannya 5 kg, meskipun berat aslinya hanya 2 kg.

Berat Volumetrik untuk Pengiriman Via Darat

Cara perhitungannya sama dengan via udara, hanya saja angka pembaginya bukan 6000 melainkan 4000. Dengan contoh sama yaitu pengiriman helm, maka penghitungan berat volumetriknya adalah sebagai berikut:

Berat volumetrik = (38 x 29 x 28) / 4000 = 7,714 kg

Kini Anda tidak perlu repot menghitung untuk cek ongkir karena sudah tersedia aplikasi yang mudah digunakan di website Sentral Cargo. Hubungi team dari Sentral Cargo untuk detail biaya pengiriman.