Cara mengetahui Smartphone kamu BM apa bukan

Cara mengetahui Smartphone kamu BM apa bukan

Jangan Keburu Minder dulu kalau ada yang bangga baru beli Smartphone tipe terbaru atau jangan sampai ngiler dengan pajangan “Harga Promo” dan “Harga Miring”. Karena bisa jadi Smartphone tersebut adalah Produk BM alias BlackMarket atau Illegal.

Apa sih sebenarnya Smartphone BlackMarket atau yang sering kita kenal dengan sebutan “BM” itu? Namanya saja sudah BlackMarket alias pasar gelap, sumbernya tidak jelas dan biasanya garansinya pasti ditolak. Smartphone pun tidak luput dari incaran pemain BlackMarket, berbagai tipe keluaran terbaru bisa didapat dengan harga miring. Smartphone BM ini biasanya masuk ke Indonesia melalui jalur tidak resmi, alias tidak terdaftar IMEI-nya di Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Pada tanggal 18 April 2020 lalu, melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 11 Tahun 2019. Smartphone Illegal ini tidak lagi bisa digunakan karena IMEI Smartphone tersebut tidak terdaftar di sistem database yang dimiliki oleh Pemerintah.

Jadi jangan cepat tergiur dengan penawaran harga yang murah dari penjual Smartphone, karena bisa jadi produknya adalah Illegal. Terus gimana dong caranya supaya kita tau Smartphone yang kita gunakan adalah BM atau bukan?

Setiap Smartphone akan dilengkapi oleh IMEI atau International Mobile Equipment Identity, gampangnya IMEI ini semacam nomor Identitas yang dimiliki oleh Smartphone. Setiap produk Smartphone yang diproduksi dan dipasarkan di Indonesia, akan didaftarkan dari pihak produsen kepada Pemerintah untuk dimasukan kedalam daftar IMEI atau Perangkat yang Legal.

Untuk mencari tau nomor IMEI biasanya berada pada perangkat tersebut, bisa di baterai atau di bagian dalam Smartphone yang mudah dibaca. Dan untuk Smartphone Android, bisa dicek di dalam pilihan “Setting” lalu pilih “About” atau “About Phone”.

Kalau kamu pakai Smartphone yang hanya support 1 SIM CARD, maka hanya akan muncul 1 nomer Seri IMEI, begitu juga kalau Smartphone yang mendukung 2 atau 3 SIM CARD, maka akan memiliki IMEI lebih dari satu, sesuai dengan jumlah SIM CARD yang didukung.

Cara lain memeriksa IMEI adalah dengan menggunakan KODE USSD atau USSD CODE dengan menekan *#06# pada DialPad atau tombol Dial di Smartphone kamu.

Nah, setelah didapatkan kode nomor IMEI-nya, kamu bisa memeriksanya di halaman web resmi Kementrian Perindustian dan Perdagangan dengan alamat URL nya https://imei.kemenperin.go.id dengan menggunakan Browser Favorite kamu. Lalu akan muncul Kolom dengan tulisan “Cek IMEI”. Kamu masukan nomor IMEI-nya, jangan sampai salah karena bisa dianggap IMEI tidak terdaftar.

Setelah kamu masukan nomor IMEI-nya, lalu klik tanda kaca pembesar yang ada di dekat kolom tempat memakukan Kode IMEI. Jangan lupa, cek kembali nomor IMEI yang harus berjumlah 15 Digit, kalau kurang dari 15 digit akan mendapatkan pesan Error “IMEI yang anda masukkan tidak valid. Mohon pastikan jumlah angka yang anda masukkan adalah 15 digit”.

Kalau ternyata muncul kotak pesan bertuliskan “IMEI terdaftar di database Kemenperin”. Itu artinya IMEI Smartphone kamu aman dan bebas digunakan. Tapi kalau muncul tulisan “IMEI tidak terdaftar di database Kemenperin” itu artinya Smartphone kamu BM atau Illegal.

Pemerintah sudah memberikan kemudahan bagi Smartphone BM untuk melakukan Pendaftaran atau Pemutihan agar Smartphone kamu tetap bisa digunakan. Kesempatan ini diberikan hingga tanggal 17 April 2020 yang lalu.

Untuk smartphone BM yang tidak sempat didaftarkan atau mengikuti program pemutihan, dengan sangat terpaksa, smartphone BM kamu hanya akan menjadi hiasan. Maksud hati memiliki smartphone canggih dengan harga miring, malah hanya akan menjadi hiasan lemari berbentuk smartphone yang diperoleh dengan harga yang mahal untuk kategori hiasan berbentuk smartphone. Mau untung malah buntung. Yuk, kita teliti sebelum membeli supaya kita tidak menjadi konsumen yang rugi.

Sudah cek smartphone kamu? Legal atau Illegal? Yuk tulis jawabanmu di kolom komentar di bawah ini!

Default image
Rizky Amalia
Hobi membaca perkembangan Teknologi, akhirnya bermimpi menjadi penulis artikel tentang Teknologi. Semoga tidak sampai di dunia Mimpi saja

Newsletter Updates

Enter your email address below to subscribe to our newsletter

Leave a Reply