Media sosial, bagian dari kebutuhan utama. Mungkinkah hilang?

Bila dulu mata pelajaran di sekolah, para siswa diajarkan macam-macam kebutuhan dari kebutuhan Premier atau kebutuhan pokok/utama, kebutuhan Sekunder atau tambahan, dan kebutuhan Tersier atau kebutuhan yang berkaitan dengan gengsi atau gaya hidup.

Diawal tahun 2010, Telpon Genggam mulai mengambil ancang-ancang untuk berpindah dari kebutuhan Tersier menuju kebutuhan Sekunder. Dengan semakin majunya teknologi yang mendukung jalur komunikasi data atau internet, sehingga semakin mudah dan murah untuk digunakan. Perkembangan Telpon Genggam pun mulai menguatkan posisi menjadi Ponsel Pintar atau Smartphone.

Perpindahan informasi mulai bergeser dari sebuah perangkat rumahan berupa Komputer yang sulit dibawa dan di pindah-pindah, mulai dilakukan dan diterima di genggaman tangan melalui Smartphone.

Dan akhirnya Smartphone berhasil menjadi bagian dari Kebutuhan Premier atau Pokok, dengan haus nya kebutuhan Informasi dan Interaksi yang sudah tidak terbatas oleh Jarak lagi. Berbagai aplikasi media sosial yang dulu hadir hanya dapat di nikmati melalui layar komputer di rumah, dan hanya pada waktu-waktu tertentu. Kini sudah bisa di akses dengan mudah dan dimanapun kapanpun.

Sebut saja WhatsApp yang kini bisa dibilang hampir setiap pengguna Smartphone pasti akan memasang aplikasi WhatsApp di Smartphone nya sebagai alternatif media pengiriman pesan dan telepon yang memiliki berbagai kelebihan. Aplikasi ini juga menjadi sarana interaksi sosial bagi penggunanya yang ingin berbagi informasi dan mendapatkan informasi. Mungkin kalo kamu mau punya whatsapp tapi gak punya nomor hp, bisa pake cara ini.

Begitu banyaknya pengguna media sosial saat ini, menjadi lahan perpindahan informasi yang subur. Setiap orang akan lebih dulu menerima sebuah berita dan mencari sebuah berita melalui media sosial yang sudah dengan mudah diakses melalui genggaman tangannya tanpa memikirkan tempat dan waktu.

Kini media sosial dinilai sebagai sebuah kebutuhan pokok, kesuksesan media sosial meloncat dari kebutuhan yang tidak terdaftar menjadi kebutuhan pokok ini tidak lepas dari keberhasilan teknologi menggiring Smartphone sebagai “rumah” dari media sosial berada. Aplikasi demi aplikasi media sosial semakin berkembang, bahkan aplikasi media sosial untuk Smartphone lebih banyak dibandingkan Website media sosial. Hal ini di dorong dengan dikawinkannya fitur Pertemuan dan Pertukaran informasi versi media sosial dengan pertukaran Media melalui Aplikasi Smartphone. Sehingga kini media sosial pun tidak hanya sekedar POST, LIKE, SHARE tapi POST, LIKE, SHARE, CONTACT, CALL dan sebagainya. Hampir semua fungsi Smartphone kini di tangani dan terdapat pada media sosial.

Sebagai contoh Facebook. Media sosial yang cukup dikenal sebagai pengganti Friendster ini, kini melalui aplikasi messenger nya di Smartphone Android dapat melakukan panggilan suara, panggilan video, mengirimkan pesan dari dan ke facebook hingga membaca dan mengirimkan SMS biasa.

Bahkan untuk mengenang sebuah momen, masyarakat pengguna Smartphone lebih mempercayai melakukan Upload foto ke Media Sosial dibandingkan mengabadikannya pada selembar Foto yang tersimpan di album foto yang dulu berada di Ruang Tamu atau Ruang Keluarga di Rumah.

Keajaiban teknologi dan media sosial, siapa yang bisa sangka. Kalau kamu sendiri, kira-kira lebih menyukai media sosial yang mana? dan penggunaannya untuk apa? tulis di kolom komentar ya pendapat kamu.

Tinggalkan komentar