Teknologi AI Digunakan Facebook Untuk Tangkal Covid-19

Isu yang beredar bahwa teknologi AI Digunakan Facebook untuk tangkal Covid-19 tampaknya bukan sekedar isapan jempol.

Baru-baru ini Facebook menyatakan akan segera mengimplementasikan teknologi kecerdasan buatan atau AI pada platform nya untuk memberikan informasi terkini kepada penggunanya perihal lokasi yang diduga terdapat banyak kasus covid-19.

Kemunculan dari Covid-19 terkadang tidak diduga, pada suatu wilayah yang sudah siap membuka kembali status Lock-Down nya terpaksa harus membatalkannya karena ditemukan kasus baru diwilayah tersebut.

Hal ini tampaknya menjadi perhatian dari Facebook untuk dapat mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 atau Corona pada wilayah tertentu dengan cara mencegah tertularnya seseorang karena masuk ke wilayah yang terdapat kasus covid-19 yang cukup tinggi.

Dengan cara itu diharapkan penyebaran secara tidak sengaja oleh orang yang mengunjungi wilayah zona bahaya dapat dicegah dan mengurangi arus penularannya.

Teknologi AI digunakan facebook untuk tanggal Covid-19 ini sebetulnya bukan yang pertama kali. Pemerintah Indonesia sendiri memiliki aplikasi deteksi zona bahaya yang menggunakan koneksi bluetooth untuk memberitahukan kepada pengguna apakah wilayah tersebut berbahaya atau tidak dan apakah orang disekitarnya ada yang berpotensi membawa virus itu.

Namun aplikasi ini tampaknya kurang diminati sehingga kurang efektif berjalan, berbeda dengan platform facebook yang hampir dimiliki oleh semua orang pada smartphone nya.

Dengan tingkat penggunaan yang tinggi ini diharapkan data yang dimiliki oleh Facebook dapat seakurat mungkin dan dapat mencegah penularan covid-19.

Sebagaimana diketahui bahwa orang yang tertular covid-19 tidak selalu menampakan gejala umum. Beberapa diantaranya justru terlihat sehat dan seperti tidak memiliki atau membawa bibit virus covid-19 didalam tubuhnya.

Diharapkan dengan adanya teknologi AI digunakan facebook pada platform nya ini akan berdampak positif dan terus dapat dikembangkan hingga pendeteksian kemungkinan adanya orang tanpa gejala ( OTG ) di sekitarnya.

Meskipun demikian Facebook sendiri tetap menyarankan menerapkan protokol kesehatan dan tetap mematuhi peraturan pemerintah setempat agar tetap menjaga jarak dan selalu menggunakan masker serta rajin mencuci tangan.

Facebook mengklaim bahwa teknologi AI digunakan facebook baru pada sebagian besar wilayah Amerika Serikat, meskipun ada keinginan untuk memperluas cakupan wilayah namun Facebook sendiri belum bisa memastikan apakah akan menerapkan fitur ini di negara lainnya.

Tentunya saat ini hanya dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak adalah cara yang efektif mencegah meluasnya penularan Covid-19 ini disamping menghindari keluar rumah apabila tidak terlalu diperlukan.

Semoga saja dengan hadirnya fitur ini yang saat ini sudah berjalan di Amerika Serikat, setidaknya dapat membuktikan keinginan dari Facebook untuk mencegah penularan corona atau covid-19 ini dapat segera terwujud.

Untuk kamu yang mau berbagi cerita tentang kesibukan kamu dirumah untuk menerapkan Stay at Home, jangan ragu untuk menulisnya dikolom komentar dibawah ini ya.

Tinggalkan komentar